Langsung ke konten utama

Mah, Apa Hukumnya Minum Air Rebusan Telur?

Edisi #mamahdedeh, gaisss... Tagline kita adalah apa pun masalahnya langsung beres!


Mari bayangkan skenario seperti ini...



Di sebuah acara pengajian, puluhan wanita mengenakan gamis dan kerudung duduk melingkar merubungi seorang perempuan lebih separuh baya yang biasa disapa MAMAH.

Lalu salah satu hadirin berdiri sembari memegang mic, hendak mengajukan sebuah pertanyaan mahapenting kepada Mamah.

"Mah, curhat dooong!"

"Iya dooong!"

"Nama saya Haji Sul..."

Belum selesai Haji Sul titik titik menyebutkan namanya secara paripurna, Mamah langsung menyemprot garang, "Hei heii, jangan sombong udah haji! Emang kalo abis solat kita dipanggil solat ape gitu?! Lanjut, nyebut nama aja biar sederhana!”

Sehabis diomelin begitu, dengan wajah tersipu malu HAJI SUL titik titik kembali memperkenalkan jati dirinya. "Nama saya Sulastri Ayu, Mah."

Ouu, ternyata Sulastri gaiiss... Alhamdulillah, namanya bukan Sulaiman. *pan ceweek dia* #krikrik #garingmodeon haha

"Yang ingin saya tanyakan, Mah, apa hukumnya meminum air bekas rebusan telur? Haram apa gimana? Wassalamu alaikum warohmatullahi wabarokatuuuuhhh!"

Nah, kira-kira apa jawaban Mamah menurut imajinasi kamu? Ketik di kolom komen, kutunggu jawabanmu, paling lambat sampai Indonesia bubar pada 2030, hahaha. 

Well, adegan di atas hanyalah sebuah khayalan. Bagaimana seandainya Mamah mendapati pertanyaan model begitu. Kayaknya bakal seru deh.



**********


Pembaca yang budiman, sebagai lulusan ilmu gizi yang dianggap pasti paham soal makanan dan segala tetek bengeknya (padahal gak juga), saya sering jadi tempat curhat teman-teman soal diet.

Nah, suatu hari pertanyaan masuk via chat, dikirim oleh kawan nun jauh di tanah Betawi sana.
"Tin, saya mau mulai jaga badan nih. Bisa kau kasih tau gimana makanan yang sehat untuk sehari-hari?"

Sebagai suhu yang baik hati, saya menjelaskan dengan ringkas dan padat yang intinya kurang lebih begini, "Kalo bisa ganti nasi putih dengan nasi beras merah, kurangi makanan manis spt kue dll, perbanyak makan sayur dan buah. Untuk lauk pilih telur, tahu, tempe, ikan, atau ayam sekali2. Kurangi makan goreng2an. Kalau kebetulan lagi dinas di luar dan disajikan dessert manis, makanlah sebatas utk memuskan lidah. Selebihnya perbanyak sayur dan buah."

Anak ini bertanya lagi, "Kalo minuman kemasan yang dijual di supermarket itu bagus ndak?"

Dengan bijak layaknya emak-emak menasehati anaknya, saya jawablah, "Kalo beli minuman kemasan, biasakan untuk membaca nutrition fact-nya. Biasanya minuman kemasan begituan mengandung gula tambahan yang cukup tinggi, bahkan jus kemasan yg terkesan sehat itu isinya banyak gula. Sayang dong, sudah keluar duit malah dapat gula. Jika tujuanmu ingin dpt manfaat baiknya, mendingan beli buah segar."

"Oke, saya catat! Makasih yaa, Tin!"

"Sama-sama..."

Itu sebenarnya model konsultasi atau konseling atau apa pun itu namanya (you name it) yang sederhana sekali. Karena ini baru tahap pertama, saya berusaha memberi penjelasan yang ringkas dulu. Why? Kalo dikasih banyak-banyak, takutnya teman-teman mumet duluan, hahhah.

Besoknya, anak tadi kembali mengirimkan chat, "Tin, kalo minum air rebusan telur ndak papakah?" Usut punya usut, dia barusan memasak air sambil merebus telur dalam 1 panci!!!

Sumpah demi apa, sesungguhnya ini pertanyaan yang sungguh di luar dugaan. 😆😂 Plis, itu anak lulusan CPNS terbaik nomor dua se-Indonesia kok bisa-bisanya menanyakan hal sekonyol itu. Saya tertawa tergelak-gelak, "Gilaa, ngapain diminum!!! Mana tau kulit telurnya ada sisa kotoran."

"Walaupun sudah dicuci bersih?"

"WALAUPUN!!! Seumur-umur hanya kau yang mau minum air rebusan telur!"

Haduhhhh, tepok jidat onta. 😝😝😝

Mah, iki piye tho? Kok jamaahmu aneh-aneh yaa... 😂😂😂

Entah apa yang ada dalam benak kisanak. Mungkin tujuannya biar hemat waktu kali, maklumlah yah hidup di kota metropolitan niscaya separuh usia manusia dihabiskan di jalan, makanya laku hidup harus efisien biar ga semakin rugi waktu. Atau, bisa jadi itu rahasia agar lulus CPNS dengan gilang-gemilang wqwq. Siapa tau tho yaaa...siapa tau…

Komentar

  1. Boleh... Kan kalo mateng sdh mateng virusnya.. Minumnya dicampur kopi dan gula tambah maknyos 😁

    BalasHapus
  2. Bagus, karna mengandung kalsium, mineral dan vitamin lainnya

    BalasHapus
  3. Iya klo sdh dicuci ya menurut saya gpp kan seperti makanan usus atau jerohan lain

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Main 'Batu Lima' dan Rahasia Selamat dari Hantu

Anak-anak jaman sekarang mainnya kalo bukan gadget yaa ke mall. Begitu-begitu saja. Padahal kami dulu punya banyak permainan seru yang biasa dimainkan pas istirahat kelas dan sepulang sekolah. Kadang, jika kami agak bandel, hahah, permainan itu dimainkan ketika jam belajar, ketika Bapak dan Ibu Guru yang terhormat sedang keluar sebentar.  Kalau diingat-ingat, betapa menyenangkannya masa kecil itu...  Di kampungku, ada permainan yang namanya: kabula (mirip engklek yang di daerah Jawa), hendip, boi 100, kai, batu lima, kelereng, wayang, monopoli, dan banyak lagi.  ilustrasi permainan kabula. Photo credit: http://yogyakarta.panduanwisata.id/ ***** Nah, kali ini saya mau cerita sedikit tentang batu lima, salah satu permainan yang agak jarang saya melibatkan diri. Why ? Sederhana saja, karena bisa dipastikan, saya akan selalu kalah, sementara hukumannya bagiku agak mengerikan . ilustrasi permainan batu lima. photo credit: http://www.navalbasepri.moe.edu.sg/ Batu

Legenda Sangkuriang (Berkencan Sambil Cari Kutu)

Cerita ini dikisahkan oleh temanku, Mbak Tuts, waktu lagi nongkrong di depan indekos. Mbak Tuts itu ketika masih kecil adalah pecinta dongeng dan ia membagi sedikit “ingatan”nya tentang Legenda Sangkuriang. photo cr: http://legendasangkuriang.blogspot.co.id/ Suatu hari ketika Dayang Sumbi (ibunya Sangkuriang) masih lajang sedang menjahit, tiba-tiba jarumnya jatuh ke kolong rumahnya. Dayang Sumbi pun berjanji jika ada seorang lelaki yang mau mengambilkan jarum itu untuknya, lelaki itu akan dijadikan suami (bdw, menurutku ini ikrar yang aneh. Kenapa dia tidak turun ambil sendiri? Kan jatuhnya cuma di kolong... Haeuh, sedentary banget). Lalu, ternyata yang mengambilkan jarum itu adalah seekor anjing bernama Lumang. Singkat kata singkat cerita, mereka pun menikah. (Huh, ini lebih aneh lagi. Bagaimana caranya anjing ngambil jarum? Terus, dalam perjanjian tadi kan yang akan dijadikan suami adalah lelaki?!) Dari pernikahan Dayang Sumbi dengan Lumang lahirlah Sangkuriang. Suatu h