Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label home sweet home

Merenungi Rumah Tua

Dulu sekali, waktu usia saya masih 6 atau 7 tahun, saya sering mengikuti Bapak berkunjung ke rumah kerabatnya di kota. Rumah khas dengan lantai teraso (semacam marmer buatan), warnanya krem dan agak kusam. Biasanya di dalam rumah jenis ini ada banyak lukisan dan hiasan dinding, ada lampu gantung, sofa bercorak batik, serta furnitur-furnitur kayu berukir. Rumah orang kaya, begitu saya pernah mengasosiasikan sebuah hunian dengan kelas sosial. Ah, juga bau baygon. Rumah orang kaya biasanya bau Baygon. Sementara di pesisir kampung sana, kami mendiami rumah-rumah panggung. Di dalam rumah jarang ada hiasan, paling-paling beberapa foto dan bunga plastik di ruang tamu. Atau, hiasan dinding yang paling terjangkau dan dianggap cukup keren tapi gak ada arsty arsty -nya ialah poster artis yang ngetop pada zamannya. Dan kalau kau muslim, poster ayat kursi adalah sebuah kewajiban. Entah bagaimana mulanya orang di masa silam kok percaya sebuah poster bisa mengusir setan, hahaha. Inga...